Peralatan untuk membangun jaringan

Senin, 04 Maret 2013


Peralatan untuk membangun jaringan


Banyak cara untuk kita agar dapat menghubungkan komputer satu dengan komputer yang lainnya, salah satu caranya adalah dengan cara jaringan LAN yang mengadopsi Jaringan Kabel. 

Adapun cara-cara dasar untuk membuat jaringan tersebut diantaranya adalah dengan cara menyambung kabel UTP ke RJ 45 (crimping).

Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain :

1.Konektor RJ45


Ini Konektor yang akan menancap ke setiap perangkat yang akan dihubungkan, pemasangan harus tepat supaya komunikasi data juga bisa maksimal.

2. Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)

 

Ini kabel penghubung PC. Kabel UTP sebenarnya ada beberapa kategori, biasanya yang dipake untuk LAN itu cat 5 dan 6.

3. Crimping Tool
 

Perangkat yang sangat penting, digunakan untuk memasang dan mengunci kabel UTP ke konektor.

4. Kabel Tester

Untuk memastikan kabel yang sudah dibuat bisa digunakan, bisa menggunakan alat ini.
5.PC
6.Switch

Switch merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada OSI Layer 2, Data Link Layer. Meski bentuknya serupa dengan hub, kita tidak sebaiknya menyebutnya dengan istilah switch hub. Switch bukanlah hub. Switch menggunakan MAC Address untuk memilah paket data mana yang akan diteruskan ke port mana. Sekali ada perangkat yang terhubung melalui port tertentu, dia akan mencatatnya pada MAC Address table di memorynya, sehingga punya "ingatan" sederhana untuk meneruskan paket data ke port yang sesuai saja, dan tidak membabi buta layaknya hub. Collision masih mungkin terjadi, namun sudah diminimalisir.

Langkah Kerja :
1.Siapkan semua peralatan terutama kabel, konektor RJ-45,kabel tester dan Crimping tool.



2.Kelupas bagian luar kabel UTP sepanjang kira-kira 2 cm dengan menggunakan pisau tang



3
.Urutkan warna kabel sesuai tipe straight : 





4
.Potong rapi ujung kabel:





5.
Masukkan ujung kabel UTP tadi ke dalam konektor RJ-45.




6.Krimping kabel utp dengan konektor RJ 45:

 



7.Uji dengan kabel tester:

8.Hubungkan Kabel Utp Ke PC lalu hubungkan ke switch Dengan metode topologi star

REMOTE ANYTHING

Langkah-langkah mengunakan Remote Anything :

 
1.Atur IP address Pada PC master dan PC slave
Klik Kanan Pada Icon Berikut :


2. Klik kanan pada Local Area Connection lalu pilih properties pilih Internet Protocol(TCP/IP) lalu pilih Properties


3. Setelah selesai mengisi IP Address klik ok

4. Masuk ke progam remote anything Master klik 2X icon Berwarna Kuning

5. Buka program remote anything slave pada pc lain klik 2X icon Berwarna merah.
6.Tambahkan ip slave pada RA Master

 

Membuat Jaringan LAN dengan 2 buah komputer


Membuat Jaringan LAN dengan 2 buah komputer


Apabila kita mempunyai 2 (dua) buah komputer tetapi kita ingin menghubungkan kedua komputer ini lewat jaringan. Untuk gampangnya harus lewat switch hub, tetapi kalau hanya untuk menghubungkan 2 (dua) komputer saja rasanya sayang kita untuk mengeluarkan uang untuk membeli peralatan tersebut. Untuk itu disini saya menulis artikel yang menerangkan bagaimana caranya menghubungkan kedua komputer tanpa harus lewat sarana switch hub. Untuk lebih jelasnya saya gambarkan dengan diagram berikut ini.
Gambar diatas merupakan jaringan dengan memakai Switch Hub
Tetapi yang akan kita bahas disini adalah jaringan komputer tanpa memakai switch hub, jadi gambarnya adalah sebagai berikut :

Dengan adanya dua perbandingan dua gambar diatas mudah-mudahan jelas maksudnya disini.
Untuk penyambungan kabel tentu juga berbeda, disini kita menggunakan cara Cross Over.
Cara Pengkabelan :
Siapkan kabel UTP dan connector RJ 45 :

  
masing-masing warna sesuai dengan pasangannya (warna putih). Pasangan warna putih ini jangan sampai ketukar.
Dan gambar dibawah ini merupakan Connector RJ45 yang digambarkan beserta susunan pin-nya (kakinya).

crimpingtool Gambar dibawah ini namanya Crimping Tool, digunakan untuk menyambung kabel dengan Connector jaringan.


Setelah melihat peralatan diatas sekarang kita menginjak pada cara pengkabelan. Seperti yang diterangkan diatas kita menggunakan konfigurasi Cross Over. Tapi harus diingat, konfigurasi ini hanya digunakan untuk menghubungkan dua komputer secara langsung, jadi konfigurasi kabel ini tidak berfungsi kalau menggunakan switch hub.


Gambar diatas ini merupakan konfigurasi yang harus Anda lakukan dalam pengkabelan. Anggap saja yang disebelah kiri merupakan salah satu ujung kabel yang dihubungkan dengan RJ45, masukan urutan warna kabel sesuai dengan nomer pin-nya. Yang disebelah kiri ini merupakan susunan Standard.
Sedangkan yang disebelah kanan merupakan ujung kabel yang satunya, dan masukkan urutan warna kabel juga sesuai dengan nomer pin-nya. Konfigurasi disebelah kanan ini merupakan Cross Over.
Yang perlu diperhatikan panjang antar ujung kabel jangan sampai melebihi 100 meter.
Setelah kedua ujung kabel di Crimping dengan baik langsung saja di pasang (Plug) pada Ethernet port pada masing-masing komputer. Yakinkan lampu indikator (biasanya terletak didekat port Ethernet) menyala di kedua komputer.
Berikutnya adalah men-setting konfigurasi sofware-nya

Apabila sobat di rumah mempunyai  komputer lebih dari satu, dan masing-masing komputer ingin terhubung antara satu dengan yang lainnnya supaya bisa sharing data, printer, sharing koneksi internet dll, kita bisa lakukan dengan membuat  jaringan komputer LAN( Local Area Network )  sederhana..

Kalau pada postingan yang lalu digunakan koneksi adhoc wireless, pada postingan kali ini kita gunakan koneksi kabel yaitu menggunakan kabel data UTP (Unshielded twisted pair), yaitu standard kabel untuk koneksi jaringan LAN.
Komputer yang dipakai  pada saat ini umumnya sudah dilengkapi dengan LAN Card  atau disebut juga NIC (Network Interface Controller), atau Ethernet Card.




Kalau jumlah komputer yang akan dikoneksikan hanya dua  buah, kita hanya cukup menyediakan  satu buah kabel UTP dengan panjang sesuai jarak antara komputernya yang di kedua ujung kabelnya telah dipasangi konektor RJ-45(standard konektor untuk kabel LAN UTP) dengan konfigurasi Cross/ silang.


Kalau Jumlah komputer yang akan dikoneksikan lebih dari 2 buah, maka kita harus menambahkan suatu alat  yang bernama  Switch atau Hub. Pada saat ini harga sebuah switch untuk standard rumahan sudah sangat terjangkau .
Dari masing - masing komputer dihubungkan ke switch  menggunakan kabel UTP dengan konektor RJ-45 di kedua ujungnya dengan konfigurasi Straight/lurus.




•  Pemasangan konektor  pada kabel UTP bisa dibuat sendiri, tetapi untuk mudahnya sobat tinggal pergi saja ke toko komputer yang juga menyediakan  peralatan jaringan, dan tinggal bilang untuk membeli kabel UTP sekalian pasangkan konektornya dengan konfigurasi cross/silang  untuk koneksi komputer ke komputer(dua buah komputer), atau straight/lurus untuk  koneksi lebih dari 2 komputer /menggunakan switch.




Konfigurasi Alamat IP (Internet Protocol / TCP IP )
Agar dapat saling berkomunikasi , masing – masing komputer harus diberi alamai IP

Masuk ke Network Connection (Start-->Control Panel -->Network Connection )
Pilih/dobel klik Local Area  Connection
Dobel klik pada Internet Protocol (TCP / IP)
Klik Use The following IP address, kemudian isi IP address dan subnet Mask
Misal,
komputer1  IP Address : 192.168.0.1
komputer2  IP Address : 192.168.0.2
komputer3  IP Address : 192.168.0.3
komputer4  IP Address : 192.168.0.4
dst..
Subnet Mask harus sama : 255.255.255.0



Untuk mengetahui berhasil tidaknya koneksi lakukan perintah ping dari komputer satu ke komputer lainnya
Misal dari komputer1 ke komputer2 :
Di Komputer1 :  Klik Start-->Klik Run-->ketik CMD --> klik OK,  maka akan tampil Command Prompt
Ketik ping  192.168.0.2  tekan enter
harus ada Reply dari komputer2
Lakukan perintah yang sama untuk mengetahui koneksi ke komputer yang lainnya.

Bagian komputer,peralatan dan fungsinya




1. VGA CARD
VGA card merupakan bagian komputer, di dalam CPU yang berperan penting untuk menampilkan output process ke monitor. Tanpa VGA card, layar komputer tidak akan menampilkan apa-apa alias blank. VGA card sendiri ada yang berupa slot tambahan ataupun bawaan produsen motherboard atau disebut juga VGA on board.
Seperti apa bentuk VGA card tersebut? Silakan amati gambar dibawah ini.

Bagian-bagiannya antara lain terdiri dari memory dan kipas sebagai pendingin. Fungsinya sama, yaitu menampilkan teks dan gambar ke monitor, hanya warna dan desain yang berbeda, tergantung pihak manufaktur. Kipas dibutuhkan untuk mendinginkan komponen VGA card yang panas, karena bagian ini bekerja cukup berat setiap saat.
VGA card yang terlihat diatas merupakan VGA tambahan, bukan on board (tidak menyatu dengan motherboard). Keuntungan VGA card non on board adalah kita dapat dengan mudah menggantinya dengan yang baru apabila terjadi kerusakan atau ingin meningkatkan performa grafis komputer kita.





2. CASING
Casing merupakan bagian komputer yang berfungsi sebagai pakaian atau pelindung dari CPU. Bentuk yang umum adalah kotak persegi, namun bisa dengan modifikasi bagi mereka yang senang mengotak-atik casing ini.
Selain sebagai pelindung CPU, casing juga bisa berfungsi sebagai pendingin tambahan. Karena biasanya, casing modern saat ini dilengkapi dengan kipas pendingin yang jumlah nya bisa lebih dari satu buah.
Fungsi lainnya yang utama adalah sebagai pondasi untuk menempatkan berbagai bagian komputer lainnya, terutama CPU, seperti motherboard, vga card, soundcard dan lain-lain.
Sebagai pelindung, casing bermanfaat melindungi bagian dalamnya dari kotoran atau debu, dari benturan dengan benda lain, sehingga bagian-bagian yang vital akan aman dan tidak cepat rusak.
Selain fungsi primernya tersebut, casing juga dapat tampil dengan berbagai macam warna dan bentuk yang sesuai dengan keinginan kita. Tentu saja casing hasil modifikasi ini harganya lebih mahal.
Yang terpenting dalam pemilihan casing adalah fungsi utamanya. Sehingga komputer kita berada dalam keadaan yang aman dan terlindungi.
3. POWER SUPPLY
Masih bagian dalam komputer, yang tersimpan dalam CPU yaitu power supply. Sesuai dengan namanya power supply ini berfungsi mengalirkan listrik ke setiap bagian komputer agar dapat berjalan. Yang biasa dipakai di PC rumahan adalah jenis ATX. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini.


Bagian belakang terdiri dari socket penghubung ke monitor dan power listrik. Juga terdapat fan atau kipas angin, yang berfungsi mendinginkan udara di dalam kotak power supply tersebut. Bagian depan terdiri dari kabel-kabel kecil untuk mengalirkan listrik ke setiap bagian di dalam CPU atau motherboard.
Tentu saja listrik yang mengalir sudah minim atau diperkecil. Sedangkan di power supply itu sendiri voltase listrik masih besar, sehingga dilarang keras menyentuhnya.

4. PROCESSOR
Tulisan ini lanjutan dari sebelumnya yang membahas isi dari CPU. Kemarin sudah membahas mengenai motherboard, kali ini kita akan membahas processor. Apa sih processor itu? Bagaimana bentuknya? Fungsinya buat apa?
Dibawah ini akan coba dijelaskan apa itu processor. Processor merupakan bagian yang sangat penting dari komputer. Ia bisa diibaratkan sebagai otaknya komputer. Yaitu suatu sirkuit elektronik yang berfungsi secara logik merespon dan mengolah segala intruksi yang menghidupkan komputer.
Bagaimana sih bentuknya? Coba lihat gambarnya berikut ini.


Itu adalah gambar processor yang terbaru, baik dari Intel maupun AMD.
5. MOTHERBOARD

Tulisan ini bagi yang ingin mengenal isi CPU, diantaranya motherboard atau mainboard. Merupakan bagian induk atau utama yang berada dalam CPU. Berfungsi sebagai papan circuit dari berbagai macam komponen pendukung lainnya.

Seperti apa sih bentuk motherboard tersebut? Di bawah ini adalah contoh gambar motherboard “Gigabyte GA-MA69GM-S2H”.

Anda lihat bagian yang berwarna-warni itu?
Itu merupakan tempat dudukan untuk memasang card-card yang diperlukan, seperti VGA card, memory card, TV Tuner, Video card, dan lain-lain.

6. KEYBOARD, MOUSE DAN MONITOR
Nah, ini bagian inputnya yang terdiri dari keyboard dan mouse. Tahun 1990-an input device hanya berupa keyboard saja. Perkembangan selanjutnya mulai muncul mouse, pen (berbentuk pulpen). Saat ini sudah ada yang input device berupa sentuhan jari (touch screen) dan suara (kalima perintah). Yang umumnya dipakai untuk komputer rumahan adalah keyboard dan mouse. Fungsinya tentu saja untuk memasukan data.


Yang terakhir yaitu monitor, output sementara, karena hanya tampak buat sementara saja di layar. Fungsinya untuk melihat hasil input ataupun program yang sedang aktif.
 



PENJELASAN MEMORI BESERTA FUNGSI DAN GAMBAR
Saat ini istilah memori digunakan untuk menggambarkan ruang penyimpanan data yang datang ke dalam chip komputer, dan kata penyimpanan itu sendiri digunakan untuk menggambarkan memori yang ada di dalam disk.
Selain itu, terkadang istilah memori biasanya digunakan pula sebagai perangkat memori  external atau perangkat memori yang bisa dibawa kemana-mana.  Beberapa komputer saat ini juga menggunakan memori virtual, yang memiliki daya yang besar pada sebuah hardisk.
Setiap komputer saat ini telah dilengkapi dengan memori,  dan biasanya memori tersebut dinamakan memori utama atau disebut dengan RAM. Di dalam sebuah komputer memori  utama ditempatkan dalam bentuk deretan kotak metal.
Setiap Komputer dapat menampung informasi dalam bentuk byte. Komputer yang telah memiliki 1 megabyte memori dapat menampung lebih dari satu juga bytes informasi atau character.
Ada beberapa tipe memori , dan dibawah ini adalah type dan penjelasannya
·         RAM (random Access memory): Memori ini adalah memori utama. Istilah dari RAM ini digunakan untuk memori yang berfungsi untuk membaca dan menuliskan data. Dengan fungsi tersebut maka Anda bisa menjalankan dua aktifitas sekaligus, yaitu menulis dari RAM dan membaca data dari RAM. Hal ini sangat berbeda dengan ROM, yang hanya mengijinkan Anda untuk dapat membaca data.  Kebanyakan data memiliki tingkat ke stabilan yang kurang dan hal tersebut menandakan bahwa tenaga listrik yang masuklah yang mengatur jalannya konten pada RAM. Dan apabila sewaktu-waktu tenaga listrik terputus, maka secara otomatis data pada RAM akan hilang.
·         ROM (read-only memory): Hampir sejumlah besar computer memiliki ROM atau Read Only Memory yang memegang intruksi untuk menyalakan sebuah computer. Tidak seperti RAM, ROM tidak dapat digunakan untuk menulis Data.
·         PROM (programmable read-only memory): A PROM adalah chip memori yang dapat menyimpan program. Tetapi sekali PROM digu0nakan, kita tidak akan dapat membersihkan dan menyimpan kembali data lainnya.
·         EPROM (erasable programmable read-only memory): EPROM adalah jenis khusus dari memori PROM, dimana EPROM ini dapat dihapus dengan menggunakan cahaya ultraviolet.
·         EEPROM (electrically erasable programmable read-only memory): EEPROM merupakan type khusus dari PROM, dimana EEPROM ini dapat dihapus dengan menggunakan adanya tegangan listrik.
SRAM (Static Random Access Memory)
Kata “statik” menandakan bahwa memori memegang isinya selama listrik tetap berjalan, tidak seperti RAM dinamik (DRAM) yang membutuhkan untuk “disegarkan” (“refreshed”) secara periodik. Hal ini dikarenakan SRAM didesain menggunakan transistor tanpa kapasitor. Tidak adanya kapasitor membuat tidak ada daya yang bocor sehingga SRAM tidak membutuhkan refresh periodik. SRAM juga didesain menggunakan desain cluster enam transistor untuk menyimpan setiap bit informasi. Desain ini membuat SRAM lebih mahal tapi juga lebih cepat jika dibandingkan dengan DRAM. Secara fisik chip, biaya pemanufakturan chip SRAM kira kira tiga puluh kali lebih besar dan lebih mahal daripada DRAM. Tetapi SRAM tidak boleh dibingungkandengan memori baca-saja dan memori flash, karena ia merupakan memori volatil dan memegang data hanya bila listrik terus diberikan. Akses acak menandakan bahwa lokasi dalam memori dapat diakses, dibaca atau ditulis dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan lokasi alamat data tersebut dalam memori. Chip SRAM lazimnya digunakan sebagai chace memori , hal ini terutama dikarenakan kecepatannya. Saat ini SRAM dapat diperoleh dengan waktu akses dua nano detik atau kurang , kira kira mampu mengimbangi kecepatan processor 500 MHz atau lebih.

EDO RAM (Extended-Data-Out RAM)
EDO RAM sebenarnya tidak lebih daripada satu peningkatan kepada FPM RAM. Apa yang penting ialah ia mengiktiraf kebanyakan masa apabila CPU meminta ingatan bagi sesuatu alamat tertentu, di samping meminta beberapa alamat lain yang berdekatan. Di samping mendesak setiap akses ingatan kembali segar, EDO RAM bergantung pada lokasi akses sebelumnya bagi memecut akses ke alamat yang berdekatan. EDO RAM mempercepatkan kitaran ingatan, dengan meningkatkan prestasi di dalam ingatan sebanyak 40 peratus. Tetapi EDO RAM hanyalah efektif bagi bas berkepantasan 66 Mhz dan ia boleh dipercepatkan lagi dengan keupayaan pintasan yang terdapat pada kebanyakan pemproses terkini seperti AMD, Cyrix dan Intel.

SDRAM (Synchronous Dynamic Random Access Memory)
Synchronous Dynamic Random Access Memory (disingkat menjadi SDRAM) merupakan sebuah jenis memori komputer dinamis yang digunakan dalam PC dari tahun 1996 hingga 2003. SDRAM juga merupakan salah satu jenis dari memori komputer kategori solid-state. SDRAM, pada awalnya berjalan pada kecepatan 66 MHz untuk dipasangkan dengan prosesor Intel Pentium Pro/Intel Pentium MMX/Intel Pentium II, dan terus ditingkatkan menjadi kecepatan 100 MHz (dipasangkan dengan Intel Pentium III/AMD Athlon), hingga mentok pada kecepatan 133 MHz (dipasangkan dengan Intel Pentium 4 dan AMD Athlon/Duron). Popularitasnya menurun saat DDR-SDRAM yang mampu mentransfer data dua kali lipat SDRAM muncul di pasaran dengan chipset yang stabil. Setelah itu, akibat produksinya yang semakin dikurangi, harganya pun melonjak tinggi, dengan permintaan pasar yang masih banyak; dengan kapasitas yang sama dengan DDR SDRAM, harganya berbeda kira-kira Rp. 150000 hingga 250000.

DDRAM (Double Data Rate RAM)
Untuk mengetahui komputer yang kita gunakan memakai DDRAM atau SDRAM, kita menggunakan software bernama Everest. Selain menggunakan software, kita bisa juga melihat secara fisik dari RAM tersebut, yaitu dengan cara membaca pada RAM itu. Atau bisa juga dengan melihat jumlah pembatas yang ada di RAM atau di Motherboard. Jika pembatasnya berjumlah 1 buah, berarti menggunakan DDRAM sedangkan jika pembatasnya berjumlah 2 buah, berarti menggunakan SDRAM.
RDRAM
RDRAM ini memiliki jalur data yang sempit (8 bit) tapi kinerjanya tidak dapat diungguli oleh DRAM jenis lain yang jalur datanya lebih lebar dari RDRAM yaitu 16 bit atau bahkan 32 bit. Hal ini karena RDRAM ini memiliki Memory Controller yang dipercanggih. Tentunya hanya Motherboard yang mendukung RAMBUS saja yang bisa memakai DRAM ini, seperti MotherBoard untuk AMD K7 Athlon. Akan tetapi, RAM jenis ini dipakai oleh 3dfx, Inc,. untuk mempercepat proses penggambaran obyek 3 dimensi yang penuh oleh poligon. Contoh produk yang memakainya adalah 3dfx seri Voodoo4.
VGRAM (Video Graphic RAM)
Cip memori jenis VGRAM berfungsi dengan baik pada prestasi video dan boleh menjumpainya pada kad video accelerator atau pada papan induk yang memiliki teknologi video. Cip VGRAM biasanya digunakan untuk menyimpan kandungan pixel bagi sebuah paparan grafik. Penggunaan cip VGRAM akan memberikan prestasi video yang pantas dan berupaya mengurangkan tekanan pada CPU. Cip VGRAM melibatkan penggunaan dua port akses kepada sel memori dan salah satu daripadanya digunakan secara tetap untuk menyegarkan paparan dan yang satu lagi digunakan untuk mengubah data yang akan dipaparkan. Penggunaan dua port dapat memberikan persembahan video yang pantas berbanding dengan penggunaan cip DRAM dan cip SRAM yang hanya memiliki satu port akses.
PROM (Programmable Read Only Memory)
PROM (Programmable Read Only Memory) merupakan sebuah chip memory yang hanya dapat diisi data satu kali saja. Sekali saja program dimasukkan ke dalam sebuah PROM, maka program tersebut akan berada pada PROM seterusnya. Berbeda halnya dengan RAM, pada PROM data akan tetap ada walaupun komputer dimatikan. Perbedaan mendasar antara PROM dan ROM (Read Only Memory) adalah bahwa PROM diproduksi sebagai memory kosong, sedangkan ROM telah diprogram pada waktu diproduksi. Untuk menuliskan data pada chip PROM, dibutuhkan ‘PROM Programmer‘ atau ‘PROM Burner’.
EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory
EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory) adalah sebuah ROM yang dapat diprogram ulang dan dihapus. Berdasarkan proses pengisiannya terdapat dua jenis EPROM, yaitu UV EPROM dan EEPROM. UV EPROM (Ultraviolet EPROM) membutuhkan cahaya ultraviolet untuk menghapus data yang ada di dalamnya, sedangkan EEPROM (Electrical EPROM) yang hanya menggunakan aliran listrik saja dalam menghapus atau mem-program ulang isinya.

EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read-Only Memory)
EEPROM merupakan kependekan dari Electrically Erasable Programmable Read-Only Memory. EEPROM adalah tipe khusus dari PROM (Programmable Read-Only Memory ) yang bisa dihapus dengan memakai perintah elektris. Seperti juga tipe PROM lainnya, EEPROM dapat menyimpan isi datanya, bahkan saat listrik sudah dimatikan.
EEPROM sangat mirip dengan flash memory yang disebut juga flash EEPROM. Perbedaan mendasar antara flash memory dan EEPROM adalah penulisan dan penghapusan EEPROM dilakukan dilakukan pada data sebesar satu byte, sedangkan pada flash memory penghapusan dan penulisan data ini dilakukan pada data sebesar satu block. Oleh karena itu flash memory lebih cepat.
Dengan ROM biasa, penggantian BIOS hanya dapat dilakukan dengan mengganti chip. Sedangkan pada EEPROM program akan memberikan instruksi kepada pengendali chip supaya memberikan perintah elektronis untuk kemudian mendownload kode BIOS baru untuk diidikan kepada chip. Hal ini berarti perusahaan dapat dengan mudah mendistribusikan BIOS baru atau update, misalnya dengan menggunakan disket. Hal ini disebut juga flash BIO

FUNGSI SCANNER DAN FUNGSINYA


Scanner merupakan periferal komputer yang berguna untuk memindai (men-scan) gambar atau dokumen dalam bentuk teks di atas kertas kedalam dokumen komputer atau file komputer.

Scanner terbagi dua yakni: Hand-held Scanner dan Plat Bed Scanner







Scanner adalah peralatan elektronik yang berfungsi hampir menyamai dengan mesin fotokopi. Mesin fotocopy hasilnya dapat langsung dilihat pada kertas sedangkan scanner hasilnya ditampilkan pada layar monitor komputer dahulu kemudian baru dapat dirubah dan dimodifikasi sehingga tampilan dan hasilnya menjadi bagus yang kemudian dapat disimpan sebagai file text, dokumen dan gambar.








MACAM MACAM KABEL JARINGAN ARTIKEL TERBARU



Macam-macam kabel jaringan


Beberapa jenis kabel yang banyak digunakan dalam standar penggunaan untuk komunikasi data dalam jaringan komputer maupun Control sistem diindustri.
Ada Beberapa jenis kabel yang secara umum sering digunakan untuk LAN yaitu Coaxial dan Twisted pair maupun dalam Control system, yaitu :

A. Coaxial Cable
Ada 2 jenis tipe kabel coaxial yang dipergunakan untuk jaringan komputer.

1. Thick Coaxial Cable
Kabel Coaxial jenis ini dispesifikasi standar IEEE 802.3 – 10BASES. Dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm. Kabel jenis ini biasanya disebut Standard Ethernet atau Thicknet atau Yellow Cabel. Kabel Coaxial digunakan dalam jaringan yang mempunyai spesifikasi antara lain :

1. setiap yang harus diterminasi dengan terminator 50 ohm.
2. maksimum 3 segment dengan tambahan peralatan.
3. setiap kartu jaringan mempunyai kemampuan penguat sinyal.
4. setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan termasuk repeaters.
5. maksimum panjang kabel persegment 1-640 fee (500 m).
6. maksimum jarak antara segment 4920 feet (1500 m).
7. jarak maksimum antara tap (pencabang) dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (5 m).
8. jarak maksimum antara tap adalah 8 feet (2,5 m)

2. Thin Coaxial Cable

Kabel ini banyak digunakan di radio amatir terutama untuk trancaiver yang tidak memelukan output daya yang besar. Jenis yang banyak digunakan adalah RG-8 atau RG-59 dengan impedendsi 75 ohm untuk jaringan, kabel jenis ini yang sama digunakan RG-58 yang telah memenuhi standard IEEE 802.3.10 BASE 2, dimana diameternya rata-rata 5mm dan biasanya berwarna hitam setiap perangkat dihubungkan dengan BNC T connect or kabel jenis ini dan sebagainya thin ethernet atau thinet. Kabel jenis RG-58 A/u dan c/u jika di implementasikan dengan T-connector dengan terminator dalam sebuah jaringan harus mengikuti aturan sebagai berikut :


1. pada topologi bus setiap ujung kabel diberi terminator 50 ohm.
2. panjang maksimum kabel 606,8 feet (185 m) persegment.
3. setiap segment maksimum 30 device (perangkat).
4. kartu jaringan sudah menggunakan tranciver yang on broard tidak perlu tumbuhkan trains caver kecuali repeaters.
5. maksimum ada 3 segment terhubung 1 dengan lainnya.
6. panjang minimum antar T-connector 1,5 feet (0,5 m)

B. Twisted Pair Cable
Selain menggunakan kabel coaxial ethernet juga dapat menggunakan kabel lain yaitu : UTP (unshileded twisted pair) dan STP (shileded twisted pair). Kabel – kabel tersebut biasanya terdiri dari 4 kabel yang terpilih dari kabel buah kabel ini hanya 4 buah yang digunakan untuk dapat menerima dan mengirimkan data (ethernet). Ada 2 jenis pemasangan kabel UTP yang sering digunakan pada jaringan lokal yaitu Straight Through Cable dan Cross Over Cable.

Penggunaan Straight Through Cable antara lain :

1. PC – Hub
2. PC – Switch
3. Hub – Hub
4. Switch – Routher

Penggunaan Cross Over Cable antara lain :

1. PC – PC
2. Switch – Switch
3. Switch – Hub

C. FO (Fiber Optic)
Kabel Fiber Optic (FO) adalah sebuah kabel yang terbuat dari serat kaca dengan teknologi canggih dan mempunyai kecepatan transfer data yang lebih cepat dari pada kabel biasa, Fiber Optic digunakan pada jaringan backbone (tulang punggung) karena dibutuhkan kecepatan yang lebih dalam jaringan ini, yang menggunakan FO untuk jaringan biasa baik LAN, WAN, maupun MAN karena memberi dampak yang lebih pada kecepatan dan bandwith karena FO menggunakan bias cahaya untuk mentransfer data yang melewatinya.

Penyambungan kabel FO dibutuhkan alat khusus yang bernama fusion splicer alat ini digunakan untuk menyambung 2 ujung FO dengan menggunakan panas alat ini butuh ketelitian yang sangat tinggi. Alat ini dilengakapi dengan alat pengukur karena setiap ingin menyambung 2 sisi FO harus diukur terlebih dahulu dan ukurannya harus sama antara ujung A dan ujung B dan kedua ujung FO harus benar-benar bersih biasannya digunakan alcohol 95 % dan tisu untuk membersihkan ujung FO yang sudah dikupas atau apabila ada kotoran sedikit saja maka fusion splicer tidak akan bisa digunakan alias menolak untuk melakukan penyambungan.

Tipe – tipe kabel Fiber Optic :
•Kabel Singel Mode merupakan sebuah serat tunggal dari fiber glass yang memiliki diameter 8,3 hingga 10 micro. Satu micro besarnya sama dengan 1/250 tebal rambut manusia.
•Kabel Multimode adalah kabel yang terdiri atas multi serat fiber glass dengan kombinasi diameter sinyal independen yang berbeda dari fiber-fiber lain dalam bundle kabel.
•Plastic Optical Fiber (POF) merupakan kabel berbasis plastic terbaru yang memiliki kualitas sama dengan kabel single mode tetapi harganya sedikit lebih mahal.

Kontruksi kabel FO :
•Core : bagian ini merupakan medium fisik utama yang mengangkut sinyal-sinyal data optical dari sumber ke device penerima core berupa helai tunggal dari glass atau plastic yang kontinyu (dalam micro). Semakin besar ukuran core, semakin banyak data yang dapat diantarkan. Semua kabel FO diukur mengacu pada diameter core-nya.

•Cladding adalah merupakan lapisan tipis yang menyelimuti Fiber Core.
•Coating adalah lapisan plastik yng menyelimut core dan cladding penyangga coating ini diukur dalam micro dan memiliki range 250 sampai 900 micro.
•Strengthening Fibers : terdiri atas beberapa komponen yang dapat menolong fiber dari benturan kasar dan daya tekan tak terduga selama instalasi.
•Cable Jacket merupakan lapisan terluar dari keseluruhan badan kabel.

Beberapa Keuntungan dari Kabel FO :

1.Kecepatan : jaringan FO beroperasi ada kecepatan tinggi mencapai GB/S.
2.Bandwicth : FO mampu membawa paket dengan kapasitas besar.
3.Distance : sinyal-sinyal dapat ditransmisikan lebih jauh tanpa memerlukan perlakuan ¨refresh¨ / ¨diperkuat¨.
4.Resistance : daya tahan kuat terhadap imbas elektromagnetik yang dihasilkan dari perangkat- perangkat elektronik seperti radio, motor, / bahan kabel-kabel transmisi lain.

Kekurangan kabel FO :
Harga cukup mahal jika dibandingkan dengan teknologi kabel tembaga. Hal ini karena FO dapat mengantarkan data dengan kapasitas yang lebih besar dan jarak transmisi yang lebih jauh jika dibandingkan tembaga yang masih memerlukan investasi tambahan berupa perangkat penguat (repeaters). Selain itu biaya investasi tinggi yang diperlukan untuk pengadaan sumberdaya manusia yang andal karena tingkat kesulitan implementasi dan deployment FO yang cukup tinggi.

D. Profibus Cable
Sejarah Profibus kembali ke rencana umum dipromosikan untuk sebuah asosiasi dimulai di Jerman pada tahun 1987 dan untuk yang 21 perusahaan dan lembaga menyusun master plan proyek yang disebut "lapangan bus". Tujuannya adalah untuk menerapkan dan menyebarkan penggunaan bus lapangan bit-serial berdasarkan persyaratan dasar dari interface bidang perangkat. Untuk tujuan ini, perusahaan anggota sepakat untuk mendukung konsep teknis umum untuk otomatisasi produksi (yaitu diskrit atau otomatisasi pabrik) dan proses. Pertama, komunikasi yang kompleks protokol Profibus FMS (Field Keterangan Pesan bus), yang dirancang untuk menuntut tugas komunikasi, ditentukan. Selanjutnya pada tahun 1993, spesifikasi untuk protokol Profibus sederhana dan dengan demikian jauh lebih cepat DP (Decentralized Peripherals) selesai. Profibus FMS digunakan untuk (non deterministik) komunikasi data antara Master Profibus. Profibus DP adalah protokol dibuat untuk (deterministik) komunikasi antara master Profibus dan remote mereka I / O budak.

Ada dua variasi dari Profibus yang digunakan saat ini, yang paling umum digunakan Profibus DP, dan lebih rendah digunakan, aplikasi tertentu, Profibus PA:
Profibus DP (Decentralized Peripherals) digunakan untuk mengoperasikan sensor dan aktuator melalui pengontrol terpusat dalam produksi (pabrik) aplikasi otomatisasi. Banyak pilihan diagnostik standar, khususnya, difokuskan pada di sini.
Profibus PA (Otomasi Proses) digunakan untuk memonitor peralatan pengukuran melalui sistem kontrol proses dalam aplikasi otomasi proses. Varian ini dirancang untuk digunakan dalam ledakan / daerah berbahaya (Ex-zona 0 dan 1). Physical Layer (yaitu kabel) sesuai dengan IEC 61158-2, yang memungkinkan daya untuk dikirimkan melalui bus untuk instrumen lapangan, sementara membatasi arus yang mengalir sehingga kondisi peledak tidak diciptakan, bahkan jika kerusakan terjadi. Jumlah perangkat yang terhubung ke segmen PA dibatasi oleh fitur ini. PA memiliki tingkat transmisi data dari 31,25 kbit / s. Namun, PA menggunakan protokol yang sama dengan DP, dan dapat dihubungkan ke jaringan DP menggunakan perangkat coupler. DP lebih cepat bertindak sebagai jaringan tulang punggung untuk transmisi sinyal proses ke controller. Ini berarti bahwa DP dan PA dapat bekerja erat bersama-sama, terutama dalam aplikasi hibrida di mana proses dan otomatisasi pabrik jaringan beroperasi berdampingan.

Lebih dari 30 juta node Profibus dipasang pada akhir 2009. 5 juta di antaranya di industri proses.

E. PROFINET
PROFINET adalah industri terbuka Ethernet standar Profibus & PROFINET Internasional (PI) untuk otomatisasi. PROFINET menggunakan standar TCP / IP dan IT, dan, pada dasarnya, real-time Ethernet.

Konsep PROFINET memiliki struktur modular sehingga pengguna dapat memilih fungsi Cascading sendiri. Mereka berbeda dasarnya karena jenis pertukaran data untuk memenuhi persyaratan sebagian sangat tinggi kecepatan.

Dalam hubungannya dengan PROFINET, kedua perspektif PROFINET CBA dan PROFINET IO ada. PROFINET CBA cocok untuk komunikasi berbasis komponen melalui TCP / IP dan komunikasi real-time untuk real-time persyaratan dalam rekayasa sistem modular. Kedua pilihan komunikasi dapat digunakan secara paralel.

PROFINET IO dikembangkan untuk real time (RT) dan real time isochronous (IRT) komunikasi dengan pinggiran desentralisasi. Sebutan RT dan IRT hanya menggambarkan real-time properti untuk komunikasi dalam PROFINET IO.

PROFINET CBA dan PROFINET IO dapat berkomunikasi pada waktu yang sama pada sistem bus yang sama. Mereka dapat dioperasikan secara terpisah atau dikombinasikan sehingga subsistem PROFINET IO muncul sebagai sistem CBA PROFINET dari perspektif sistem.

F. MODBUS
Modbus adalah protokol komunikasi serial yang dipublikasikan oleh Modicon pada tahun 1979 untuk digunakan dengan pengendali yang dapat diprogram yang logika (PLC). Sederhana dan kuat, sejak itu menjadi salah satu protokol komunikasi standar de facto dalam industri, dan sekarang di antara cara yang paling umum tersedia untuk menghubungkan perangkat elektronik industri [1]. Alasan utama untuk penggunaan luas Modbus dalam lingkungan industri adalah:
Telah dikembangkan dengan aplikasi industri dalam pikiran
Hal ini secara terbuka diterbitkan dan bebas royalti
Sangat mudah untuk menyebarkan dan mempertahankan
Bergerak bit mentah atau kata-kata tanpa menempatkan banyak pembatasan pada vendor

Modbus memungkinkan untuk komunikasi antara perangkat banyak (sekitar 240) terhubung ke jaringan yang sama, misalnya suatu sistem yang mengukur temperatur dan kelembaban dan mengkomunikasikan hasilnya ke komputer. Modbus sering digunakan untuk menghubungkan komputer pengawasan dengan unit remote terminal (RTU) di kontrol pengawasan dan akuisisi data (SCADA) sistem. Banyak dari jenis data yang diberi nama dari penggunaannya dalam mengemudi relay: satu output-bit fisik disebut kumparan, dan input single-bit fisik disebut masukan diskrit atau kontak.

Pengembangan dan update dari protokol Modbus dikelola oleh Organisasi Modbus, yang terbentuk dari pengguna independen dan pemasok perangkat compliant Modbus
 
Macam-macam kabel jaringan


Beberapa jenis kabel yang banyak digunakan dalam standar penggunaan untuk komunikasi data dalam jaringan komputer maupun Control sistem diindustri.
Ada Beberapa jenis kabel yang secara umum sering digunakan untuk LAN yaitu Coaxial dan Twisted pair maupun dalam Control system, yaitu :

A. Coaxial Cable
Ada 2 jenis tipe kabel coaxial yang dipergunakan untuk jaringan komputer.

1. Thick Coaxial Cable
Kabel Coaxial jenis ini dispesifikasi standar IEEE 802.3 – 10BASES. Dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm. Kabel jenis ini biasanya disebut Standard Ethernet atau Thicknet atau Yellow Cabel. Kabel Coaxial digunakan dalam jaringan yang mempunyai spesifikasi antara lain :

1. setiap yang harus diterminasi dengan terminator 50 ohm.
2. maksimum 3 segment dengan tambahan peralatan.
3. setiap kartu jaringan mempunyai kemampuan penguat sinyal.
4. setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan termasuk repeaters.
5. maksimum panjang kabel persegment 1-640 fee (500 m).
6. maksimum jarak antara segment 4920 feet (1500 m).
7. jarak maksimum antara tap (pencabang) dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (5 m).
8. jarak maksimum antara tap adalah 8 feet (2,5 m)

2. Thin Coaxial Cable

Kabel ini banyak digunakan di radio amatir terutama untuk trancaiver yang tidak memelukan output daya yang besar. Jenis yang banyak digunakan adalah RG-8 atau RG-59 dengan impedendsi 75 ohm untuk jaringan, kabel jenis ini yang sama digunakan RG-58 yang telah memenuhi standard IEEE 802.3.10 BASE 2, dimana diameternya rata-rata 5mm dan biasanya berwarna hitam setiap perangkat dihubungkan dengan BNC T connect or kabel jenis ini dan sebagainya thin ethernet atau thinet. Kabel jenis RG-58 A/u dan c/u jika di implementasikan dengan T-connector dengan terminator dalam sebuah jaringan harus mengikuti aturan sebagai berikut :


1. pada topologi bus setiap ujung kabel diberi terminator 50 ohm.
2. panjang maksimum kabel 606,8 feet (185 m) persegment.
3. setiap segment maksimum 30 device (perangkat).
4. kartu jaringan sudah menggunakan tranciver yang on broard tidak perlu tumbuhkan trains caver kecuali repeaters.
5. maksimum ada 3 segment terhubung 1 dengan lainnya.
6. panjang minimum antar T-connector 1,5 feet (0,5 m)

B. Twisted Pair Cable
Selain menggunakan kabel coaxial ethernet juga dapat menggunakan kabel lain yaitu : UTP (unshileded twisted pair) dan STP (shileded twisted pair). Kabel – kabel tersebut biasanya terdiri dari 4 kabel yang terpilih dari kabel buah kabel ini hanya 4 buah yang digunakan untuk dapat menerima dan mengirimkan data (ethernet). Ada 2 jenis pemasangan kabel UTP yang sering digunakan pada jaringan lokal yaitu Straight Through Cable dan Cross Over Cable.

Penggunaan Straight Through Cable antara lain :

1. PC – Hub
2. PC – Switch
3. Hub – Hub
4. Switch – Routher

Penggunaan Cross Over Cable antara lain :

1. PC – PC
2. Switch – Switch
3. Switch – Hub

C. FO (Fiber Optic)
Kabel Fiber Optic (FO) adalah sebuah kabel yang terbuat dari serat kaca dengan teknologi canggih dan mempunyai kecepatan transfer data yang lebih cepat dari pada kabel biasa, Fiber Optic digunakan pada jaringan backbone (tulang punggung) karena dibutuhkan kecepatan yang lebih dalam jaringan ini, yang menggunakan FO untuk jaringan biasa baik LAN, WAN, maupun MAN karena memberi dampak yang lebih pada kecepatan dan bandwith karena FO menggunakan bias cahaya untuk mentransfer data yang melewatinya.

Penyambungan kabel FO dibutuhkan alat khusus yang bernama fusion splicer alat ini digunakan untuk menyambung 2 ujung FO dengan menggunakan panas alat ini butuh ketelitian yang sangat tinggi. Alat ini dilengakapi dengan alat pengukur karena setiap ingin menyambung 2 sisi FO harus diukur terlebih dahulu dan ukurannya harus sama antara ujung A dan ujung B dan kedua ujung FO harus benar-benar bersih biasannya digunakan alcohol 95 % dan tisu untuk membersihkan ujung FO yang sudah dikupas atau apabila ada kotoran sedikit saja maka fusion splicer tidak akan bisa digunakan alias menolak untuk melakukan penyambungan.

Tipe – tipe kabel Fiber Optic :
•Kabel Singel Mode merupakan sebuah serat tunggal dari fiber glass yang memiliki diameter 8,3 hingga 10 micro. Satu micro besarnya sama dengan 1/250 tebal rambut manusia.
•Kabel Multimode adalah kabel yang terdiri atas multi serat fiber glass dengan kombinasi diameter sinyal independen yang berbeda dari fiber-fiber lain dalam bundle kabel.
•Plastic Optical Fiber (POF) merupakan kabel berbasis plastic terbaru yang memiliki kualitas sama dengan kabel single mode tetapi harganya sedikit lebih mahal.

Kontruksi kabel FO :
•Core : bagian ini merupakan medium fisik utama yang mengangkut sinyal-sinyal data optical dari sumber ke device penerima core berupa helai tunggal dari glass atau plastic yang kontinyu (dalam micro). Semakin besar ukuran core, semakin banyak data yang dapat diantarkan. Semua kabel FO diukur mengacu pada diameter core-nya.

•Cladding adalah merupakan lapisan tipis yang menyelimuti Fiber Core.
•Coating adalah lapisan plastik yng menyelimut core dan cladding penyangga coating ini diukur dalam micro dan memiliki range 250 sampai 900 micro.
•Strengthening Fibers : terdiri atas beberapa komponen yang dapat menolong fiber dari benturan kasar dan daya tekan tak terduga selama instalasi.
•Cable Jacket merupakan lapisan terluar dari keseluruhan badan kabel.

Beberapa Keuntungan dari Kabel FO :

1.Kecepatan : jaringan FO beroperasi ada kecepatan tinggi mencapai GB/S.
2.Bandwicth : FO mampu membawa paket dengan kapasitas besar.
3.Distance : sinyal-sinyal dapat ditransmisikan lebih jauh tanpa memerlukan perlakuan ¨refresh¨ / ¨diperkuat¨.
4.Resistance : daya tahan kuat terhadap imbas elektromagnetik yang dihasilkan dari perangkat- perangkat elektronik seperti radio, motor, / bahan kabel-kabel transmisi lain.

Kekurangan kabel FO :
Harga cukup mahal jika dibandingkan dengan teknologi kabel tembaga. Hal ini karena FO dapat mengantarkan data dengan kapasitas yang lebih besar dan jarak transmisi yang lebih jauh jika dibandingkan tembaga yang masih memerlukan investasi tambahan berupa perangkat penguat (repeaters). Selain itu biaya investasi tinggi yang diperlukan untuk pengadaan sumberdaya manusia yang andal karena tingkat kesulitan implementasi dan deployment FO yang cukup tinggi.

D. Profibus Cable
Sejarah Profibus kembali ke rencana umum dipromosikan untuk sebuah asosiasi dimulai di Jerman pada tahun 1987 dan untuk yang 21 perusahaan dan lembaga menyusun master plan proyek yang disebut "lapangan bus". Tujuannya adalah untuk menerapkan dan menyebarkan penggunaan bus lapangan bit-serial berdasarkan persyaratan dasar dari interface bidang perangkat. Untuk tujuan ini, perusahaan anggota sepakat untuk mendukung konsep teknis umum untuk otomatisasi produksi (yaitu diskrit atau otomatisasi pabrik) dan proses. Pertama, komunikasi yang kompleks protokol Profibus FMS (Field Keterangan Pesan bus), yang dirancang untuk menuntut tugas komunikasi, ditentukan. Selanjutnya pada tahun 1993, spesifikasi untuk protokol Profibus sederhana dan dengan demikian jauh lebih cepat DP (Decentralized Peripherals) selesai. Profibus FMS digunakan untuk (non deterministik) komunikasi data antara Master Profibus. Profibus DP adalah protokol dibuat untuk (deterministik) komunikasi antara master Profibus dan remote mereka I / O budak.

Ada dua variasi dari Profibus yang digunakan saat ini, yang paling umum digunakan Profibus DP, dan lebih rendah digunakan, aplikasi tertentu, Profibus PA:
Profibus DP (Decentralized Peripherals) digunakan untuk mengoperasikan sensor dan aktuator melalui pengontrol terpusat dalam produksi (pabrik) aplikasi otomatisasi. Banyak pilihan diagnostik standar, khususnya, difokuskan pada di sini.
Profibus PA (Otomasi Proses) digunakan untuk memonitor peralatan pengukuran melalui sistem kontrol proses dalam aplikasi otomasi proses. Varian ini dirancang untuk digunakan dalam ledakan / daerah berbahaya (Ex-zona 0 dan 1). Physical Layer (yaitu kabel) sesuai dengan IEC 61158-2, yang memungkinkan daya untuk dikirimkan melalui bus untuk instrumen lapangan, sementara membatasi arus yang mengalir sehingga kondisi peledak tidak diciptakan, bahkan jika kerusakan terjadi. Jumlah perangkat yang terhubung ke segmen PA dibatasi oleh fitur ini. PA memiliki tingkat transmisi data dari 31,25 kbit / s. Namun, PA menggunakan protokol yang sama dengan DP, dan dapat dihubungkan ke jaringan DP menggunakan perangkat coupler. DP lebih cepat bertindak sebagai jaringan tulang punggung untuk transmisi sinyal proses ke controller. Ini berarti bahwa DP dan PA dapat bekerja erat bersama-sama, terutama dalam aplikasi hibrida di mana proses dan otomatisasi pabrik jaringan beroperasi berdampingan.

Lebih dari 30 juta node Profibus dipasang pada akhir 2009. 5 juta di antaranya di industri proses.

E. PROFINET
PROFINET adalah industri terbuka Ethernet standar Profibus & PROFINET Internasional (PI) untuk otomatisasi. PROFINET menggunakan standar TCP / IP dan IT, dan, pada dasarnya, real-time Ethernet.

Konsep PROFINET memiliki struktur modular sehingga pengguna dapat memilih fungsi Cascading sendiri. Mereka berbeda dasarnya karena jenis pertukaran data untuk memenuhi persyaratan sebagian sangat tinggi kecepatan.

Dalam hubungannya dengan PROFINET, kedua perspektif PROFINET CBA dan PROFINET IO ada. PROFINET CBA cocok untuk komunikasi berbasis komponen melalui TCP / IP dan komunikasi real-time untuk real-time persyaratan dalam rekayasa sistem modular. Kedua pilihan komunikasi dapat digunakan secara paralel.

PROFINET IO dikembangkan untuk real time (RT) dan real time isochronous (IRT) komunikasi dengan pinggiran desentralisasi. Sebutan RT dan IRT hanya menggambarkan real-time properti untuk komunikasi dalam PROFINET IO.

PROFINET CBA dan PROFINET IO dapat berkomunikasi pada waktu yang sama pada sistem bus yang sama. Mereka dapat dioperasikan secara terpisah atau dikombinasikan sehingga subsistem PROFINET IO muncul sebagai sistem CBA PROFINET dari perspektif sistem.

F. MODBUS
Modbus adalah protokol komunikasi serial yang dipublikasikan oleh Modicon pada tahun 1979 untuk digunakan dengan pengendali yang dapat diprogram yang logika (PLC). Sederhana dan kuat, sejak itu menjadi salah satu protokol komunikasi standar de facto dalam industri, dan sekarang di antara cara yang paling umum tersedia untuk menghubungkan perangkat elektronik industri [1]. Alasan utama untuk penggunaan luas Modbus dalam lingkungan industri adalah:
Telah dikembangkan dengan aplikasi industri dalam pikiran
Hal ini secara terbuka diterbitkan dan bebas royalti
Sangat mudah untuk menyebarkan dan mempertahankan
Bergerak bit mentah atau kata-kata tanpa menempatkan banyak pembatasan pada vendor

Modbus memungkinkan untuk komunikasi antara perangkat banyak (sekitar 240) terhubung ke jaringan yang sama, misalnya suatu sistem yang mengukur temperatur dan kelembaban dan mengkomunikasikan hasilnya ke komputer. Modbus sering digunakan untuk menghubungkan komputer pengawasan dengan unit remote terminal (RTU) di kontrol pengawasan dan akuisisi data (SCADA) sistem. Banyak dari jenis data yang diberi nama dari penggunaannya dalam mengemudi relay: satu output-bit fisik disebut kumparan, dan input single-bit fisik disebut masukan diskrit atau kontak.

Pengembangan dan update dari protokol Modbus dikelola oleh Organisasi Modbus, yang terbentuk dari pengguna independen dan pemasok perangkat compliant Modbus
 
Macam-macam kabel jaringan


Beberapa jenis kabel yang banyak digunakan dalam standar penggunaan untuk komunikasi data dalam jaringan komputer maupun Control sistem diindustri.
Ada Beberapa jenis kabel yang secara umum sering digunakan untuk LAN yaitu Coaxial dan Twisted pair maupun dalam Control system, yaitu :

A. Coaxial Cable
Ada 2 jenis tipe kabel coaxial yang dipergunakan untuk jaringan komputer.

1. Thick Coaxial Cable
Kabel Coaxial jenis ini dispesifikasi standar IEEE 802.3 – 10BASES. Dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm. Kabel jenis ini biasanya disebut Standard Ethernet atau Thicknet atau Yellow Cabel. Kabel Coaxial digunakan dalam jaringan yang mempunyai spesifikasi antara lain :

1. setiap yang harus diterminasi dengan terminator 50 ohm.
2. maksimum 3 segment dengan tambahan peralatan.
3. setiap kartu jaringan mempunyai kemampuan penguat sinyal.
4. setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan termasuk repeaters.
5. maksimum panjang kabel persegment 1-640 fee (500 m).
6. maksimum jarak antara segment 4920 feet (1500 m).
7. jarak maksimum antara tap (pencabang) dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (5 m).
8. jarak maksimum antara tap adalah 8 feet (2,5 m)

2. Thin Coaxial Cable

Kabel ini banyak digunakan di radio amatir terutama untuk trancaiver yang tidak memelukan output daya yang besar. Jenis yang banyak digunakan adalah RG-8 atau RG-59 dengan impedendsi 75 ohm untuk jaringan, kabel jenis ini yang sama digunakan RG-58 yang telah memenuhi standard IEEE 802.3.10 BASE 2, dimana diameternya rata-rata 5mm dan biasanya berwarna hitam setiap perangkat dihubungkan dengan BNC T connect or kabel jenis ini dan sebagainya thin ethernet atau thinet. Kabel jenis RG-58 A/u dan c/u jika di implementasikan dengan T-connector dengan terminator dalam sebuah jaringan harus mengikuti aturan sebagai berikut :


1. pada topologi bus setiap ujung kabel diberi terminator 50 ohm.
2. panjang maksimum kabel 606,8 feet (185 m) persegment.
3. setiap segment maksimum 30 device (perangkat).
4. kartu jaringan sudah menggunakan tranciver yang on broard tidak perlu tumbuhkan trains caver kecuali repeaters.
5. maksimum ada 3 segment terhubung 1 dengan lainnya.
6. panjang minimum antar T-connector 1,5 feet (0,5 m)

B. Twisted Pair Cable
Selain menggunakan kabel coaxial ethernet juga dapat menggunakan kabel lain yaitu : UTP (unshileded twisted pair) dan STP (shileded twisted pair). Kabel – kabel tersebut biasanya terdiri dari 4 kabel yang terpilih dari kabel buah kabel ini hanya 4 buah yang digunakan untuk dapat menerima dan mengirimkan data (ethernet). Ada 2 jenis pemasangan kabel UTP yang sering digunakan pada jaringan lokal yaitu Straight Through Cable dan Cross Over Cable.

Penggunaan Straight Through Cable antara lain :

1. PC – Hub
2. PC – Switch
3. Hub – Hub
4. Switch – Routher

Penggunaan Cross Over Cable antara lain :

1. PC – PC
2. Switch – Switch
3. Switch – Hub

C. FO (Fiber Optic)
Kabel Fiber Optic (FO) adalah sebuah kabel yang terbuat dari serat kaca dengan teknologi canggih dan mempunyai kecepatan transfer data yang lebih cepat dari pada kabel biasa, Fiber Optic digunakan pada jaringan backbone (tulang punggung) karena dibutuhkan kecepatan yang lebih dalam jaringan ini, yang menggunakan FO untuk jaringan biasa baik LAN, WAN, maupun MAN karena memberi dampak yang lebih pada kecepatan dan bandwith karena FO menggunakan bias cahaya untuk mentransfer data yang melewatinya.

Penyambungan kabel FO dibutuhkan alat khusus yang bernama fusion splicer alat ini digunakan untuk menyambung 2 ujung FO dengan menggunakan panas alat ini butuh ketelitian yang sangat tinggi. Alat ini dilengakapi dengan alat pengukur karena setiap ingin menyambung 2 sisi FO harus diukur terlebih dahulu dan ukurannya harus sama antara ujung A dan ujung B dan kedua ujung FO harus benar-benar bersih biasannya digunakan alcohol 95 % dan tisu untuk membersihkan ujung FO yang sudah dikupas atau apabila ada kotoran sedikit saja maka fusion splicer tidak akan bisa digunakan alias menolak untuk melakukan penyambungan.

Tipe – tipe kabel Fiber Optic :
•Kabel Singel Mode merupakan sebuah serat tunggal dari fiber glass yang memiliki diameter 8,3 hingga 10 micro. Satu micro besarnya sama dengan 1/250 tebal rambut manusia.
•Kabel Multimode adalah kabel yang terdiri atas multi serat fiber glass dengan kombinasi diameter sinyal independen yang berbeda dari fiber-fiber lain dalam bundle kabel.
•Plastic Optical Fiber (POF) merupakan kabel berbasis plastic terbaru yang memiliki kualitas sama dengan kabel single mode tetapi harganya sedikit lebih mahal.

Kontruksi kabel FO :
•Core : bagian ini merupakan medium fisik utama yang mengangkut sinyal-sinyal data optical dari sumber ke device penerima core berupa helai tunggal dari glass atau plastic yang kontinyu (dalam micro). Semakin besar ukuran core, semakin banyak data yang dapat diantarkan. Semua kabel FO diukur mengacu pada diameter core-nya.

•Cladding adalah merupakan lapisan tipis yang menyelimuti Fiber Core.
•Coating adalah lapisan plastik yng menyelimut core dan cladding penyangga coating ini diukur dalam micro dan memiliki range 250 sampai 900 micro.
•Strengthening Fibers : terdiri atas beberapa komponen yang dapat menolong fiber dari benturan kasar dan daya tekan tak terduga selama instalasi.
•Cable Jacket merupakan lapisan terluar dari keseluruhan badan kabel.

Beberapa Keuntungan dari Kabel FO :

1.Kecepatan : jaringan FO beroperasi ada kecepatan tinggi mencapai GB/S.
2.Bandwicth : FO mampu membawa paket dengan kapasitas besar.
3.Distance : sinyal-sinyal dapat ditransmisikan lebih jauh tanpa memerlukan perlakuan ¨refresh¨ / ¨diperkuat¨.
4.Resistance : daya tahan kuat terhadap imbas elektromagnetik yang dihasilkan dari perangkat- perangkat elektronik seperti radio, motor, / bahan kabel-kabel transmisi lain.

Kekurangan kabel FO :
Harga cukup mahal jika dibandingkan dengan teknologi kabel tembaga. Hal ini karena FO dapat mengantarkan data dengan kapasitas yang lebih besar dan jarak transmisi yang lebih jauh jika dibandingkan tembaga yang masih memerlukan investasi tambahan berupa perangkat penguat (repeaters). Selain itu biaya investasi tinggi yang diperlukan untuk pengadaan sumberdaya manusia yang andal karena tingkat kesulitan implementasi dan deployment FO yang cukup tinggi.

D. Profibus Cable
Sejarah Profibus kembali ke rencana umum dipromosikan untuk sebuah asosiasi dimulai di Jerman pada tahun 1987 dan untuk yang 21 perusahaan dan lembaga menyusun master plan proyek yang disebut "lapangan bus". Tujuannya adalah untuk menerapkan dan menyebarkan penggunaan bus lapangan bit-serial berdasarkan persyaratan dasar dari interface bidang perangkat. Untuk tujuan ini, perusahaan anggota sepakat untuk mendukung konsep teknis umum untuk otomatisasi produksi (yaitu diskrit atau otomatisasi pabrik) dan proses. Pertama, komunikasi yang kompleks protokol Profibus FMS (Field Keterangan Pesan bus), yang dirancang untuk menuntut tugas komunikasi, ditentukan. Selanjutnya pada tahun 1993, spesifikasi untuk protokol Profibus sederhana dan dengan demikian jauh lebih cepat DP (Decentralized Peripherals) selesai. Profibus FMS digunakan untuk (non deterministik) komunikasi data antara Master Profibus. Profibus DP adalah protokol dibuat untuk (deterministik) komunikasi antara master Profibus dan remote mereka I / O budak.

Ada dua variasi dari Profibus yang digunakan saat ini, yang paling umum digunakan Profibus DP, dan lebih rendah digunakan, aplikasi tertentu, Profibus PA:
Profibus DP (Decentralized Peripherals) digunakan untuk mengoperasikan sensor dan aktuator melalui pengontrol terpusat dalam produksi (pabrik) aplikasi otomatisasi. Banyak pilihan diagnostik standar, khususnya, difokuskan pada di sini.
Profibus PA (Otomasi Proses) digunakan untuk memonitor peralatan pengukuran melalui sistem kontrol proses dalam aplikasi otomasi proses. Varian ini dirancang untuk digunakan dalam ledakan / daerah berbahaya (Ex-zona 0 dan 1). Physical Layer (yaitu kabel) sesuai dengan IEC 61158-2, yang memungkinkan daya untuk dikirimkan melalui bus untuk instrumen lapangan, sementara membatasi arus yang mengalir sehingga kondisi peledak tidak diciptakan, bahkan jika kerusakan terjadi. Jumlah perangkat yang terhubung ke segmen PA dibatasi oleh fitur ini. PA memiliki tingkat transmisi data dari 31,25 kbit / s. Namun, PA menggunakan protokol yang sama dengan DP, dan dapat dihubungkan ke jaringan DP menggunakan perangkat coupler. DP lebih cepat bertindak sebagai jaringan tulang punggung untuk transmisi sinyal proses ke controller. Ini berarti bahwa DP dan PA dapat bekerja erat bersama-sama, terutama dalam aplikasi hibrida di mana proses dan otomatisasi pabrik jaringan beroperasi berdampingan.

Lebih dari 30 juta node Profibus dipasang pada akhir 2009. 5 juta di antaranya di industri proses.

E. PROFINET
PROFINET adalah industri terbuka Ethernet standar Profibus & PROFINET Internasional (PI) untuk otomatisasi. PROFINET menggunakan standar TCP / IP dan IT, dan, pada dasarnya, real-time Ethernet.

Konsep PROFINET memiliki struktur modular sehingga pengguna dapat memilih fungsi Cascading sendiri. Mereka berbeda dasarnya karena jenis pertukaran data untuk memenuhi persyaratan sebagian sangat tinggi kecepatan.

Dalam hubungannya dengan PROFINET, kedua perspektif PROFINET CBA dan PROFINET IO ada. PROFINET CBA cocok untuk komunikasi berbasis komponen melalui TCP / IP dan komunikasi real-time untuk real-time persyaratan dalam rekayasa sistem modular. Kedua pilihan komunikasi dapat digunakan secara paralel.

PROFINET IO dikembangkan untuk real time (RT) dan real time isochronous (IRT) komunikasi dengan pinggiran desentralisasi. Sebutan RT dan IRT hanya menggambarkan real-time properti untuk komunikasi dalam PROFINET IO.

PROFINET CBA dan PROFINET IO dapat berkomunikasi pada waktu yang sama pada sistem bus yang sama. Mereka dapat dioperasikan secara terpisah atau dikombinasikan sehingga subsistem PROFINET IO muncul sebagai sistem CBA PROFINET dari perspektif sistem.

F. MODBUS
Modbus adalah protokol komunikasi serial yang dipublikasikan oleh Modicon pada tahun 1979 untuk digunakan dengan pengendali yang dapat diprogram yang logika (PLC). Sederhana dan kuat, sejak itu menjadi salah satu protokol komunikasi standar de facto dalam industri, dan sekarang di antara cara yang paling umum tersedia untuk menghubungkan perangkat elektronik industri [1]. Alasan utama untuk penggunaan luas Modbus dalam lingkungan industri adalah:
Telah dikembangkan dengan aplikasi industri dalam pikiran
Hal ini secara terbuka diterbitkan dan bebas royalti
Sangat mudah untuk menyebarkan dan mempertahankan
Bergerak bit mentah atau kata-kata tanpa menempatkan banyak pembatasan pada vendor

Modbus memungkinkan untuk komunikasi antara perangkat banyak (sekitar 240) terhubung ke jaringan yang sama, misalnya suatu sistem yang mengukur temperatur dan kelembaban dan mengkomunikasikan hasilnya ke komputer. Modbus sering digunakan untuk menghubungkan komputer pengawasan dengan unit remote terminal (RTU) di kontrol pengawasan dan akuisisi data (SCADA) sistem. Banyak dari jenis data yang diberi nama dari penggunaannya dalam mengemudi relay: satu output-bit fisik disebut kumparan, dan input single-bit fisik disebut masukan diskrit atau kontak.

Pengembangan dan update dari protokol Modbus dikelola oleh Organisasi Modbus, yang terbentuk dari pengguna independen dan pemasok perangkat compliant Modbus